RAPAT KOORDINASI DAN EVALUASI (RAKOREV)
KABUPATEN/KOTA TRIWULAN I TAHUN 2006 SE PROVINSI GORONTALO
PROLOG
Dalam upaya memperkuat dan membangun sinergitas pembangunan daerah, Bapppeda Provinsi Gorontalo menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Pembangunan Daerah Tirwulan I Tahun 2006. Rangkaian acara kali ini, diawali dengan Rakorev untuk Satuan Kerja Perangkat Daerah tingkat Provinsi, hal yang sama, dilakukan pula bagi seluruh instansi vertikal. Selanjutnya, secara marathon digelar Road Show Rakorev di 5 Kabupaten/Kota dan Kota, yang dipimpin langsung oleh Gubernur Gorontalo, Ir. Fadel Muhammad dan Wakil Gubernur, Ir. Gusnar Ismail, MM. Road Show Rakorev Kabupaten/Kota berawal dari Limboto pada tanggal 7 Mei di Gedung Parasamya, kemudian, dilanjutkan untuk Bone Bolango dan Kota Gorontalo tanggal 9 Mei 2006 bertempat Gedung Serba Guna “Bele Limbui”. Pada tanggal 10 Mei 2006, Fadel Muhammad dan rombongan menggelar acara yang sama di Kabupaten Boalemo dan Pohuwato.Secara umum, perhelatan Rakorev kali ini terbilang cukup sukses. Ditandai dengan kesiapan dari seluruh Kabupaten dan Kota dalam memberikan gambaran pelaksanaan pembangunan –khususnya menyangkut pelaksanaan kegiatan APBD dan Proyek APBN– maupun sinkronisasi dalam konteks yang sama dari Pemerintah Provinsi. Beberapa permasalahan urgent menjadi topik hangat dalam diskusi yang dipandu langsung Gubernur Gorontalo. Kedepan format yang sama tetap akan dilanjutkan, namun tentunya memerlukan perbaikan dalam konteks akselerasi pembangunan daerah di Gorontalo.
Dalam upaya memperkuat dan membangun sinergitas pembangunan daerah, Bapppeda Provinsi Gorontalo menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Pembangunan Daerah Tirwulan I Tahun 2006. Rangkaian acara kali ini, diawali dengan Rakorev untuk Satuan Kerja Perangkat Daerah tingkat Provinsi, hal yang sama, dilakukan pula bagi seluruh instansi vertikal. Selanjutnya, secara marathon digelar Road Show Rakorev di 5 Kabupaten/Kota dan Kota, yang dipimpin langsung oleh Gubernur Gorontalo, Ir. Fadel Muhammad dan Wakil Gubernur, Ir. Gusnar Ismail, MM. Road Show Rakorev Kabupaten/Kota berawal dari Limboto pada tanggal 7 Mei di Gedung Parasamya, kemudian, dilanjutkan untuk Bone Bolango dan Kota Gorontalo tanggal 9 Mei 2006 bertempat Gedung Serba Guna “Bele Limbui”. Pada tanggal 10 Mei 2006, Fadel Muhammad dan rombongan menggelar acara yang sama di Kabupaten Boalemo dan Pohuwato.Secara umum, perhelatan Rakorev kali ini terbilang cukup sukses. Ditandai dengan kesiapan dari seluruh Kabupaten dan Kota dalam memberikan gambaran pelaksanaan pembangunan –khususnya menyangkut pelaksanaan kegiatan APBD dan Proyek APBN– maupun sinkronisasi dalam konteks yang sama dari Pemerintah Provinsi. Beberapa permasalahan urgent menjadi topik hangat dalam diskusi yang dipandu langsung Gubernur Gorontalo. Kedepan format yang sama tetap akan dilanjutkan, namun tentunya memerlukan perbaikan dalam konteks akselerasi pembangunan daerah di Gorontalo.
GUBERNUR GORONTALO
Paparan Gubernur Gorontalo dalam RakorevRoadshow Rakorev di Kabupaten/Kota ini, Gubernur Gorontalo berkenan memberikan sambutan sekaligus membuka acara dan memandu jalannya rapat dimaksud. Dalam sambutannya, Fadel Muhammad dengan gaya khasnya memberikan deskripsi menyangkut urgensi Rakorev kepada seluruh Kabupaten dan Kota. Dikatakan bahwa dalam konteks pembangunan apapun bentuknya memerlukan “sinergi”. Dalam konteks ini, akeselasi pembangunan Provinsi seharusnya sinkron dengan Pembangunan Nasional, dan pembangunan di Kabupaten dan Kota sinkron pula dengan Provinsi. Jika hal ini dapat diwujudkan, maka akan memberikan output dengan kekuatan maha dashyat dalam pencapaian tujuan pembangunan itu sendiri. Menurut Fadel Muhammad, kata kuncinya adalah sinergitas dan sinkron, dengan asumsi bahwa pencapaian keduanya akan mencairkan berbagai kendala yang seringkali dikeluhkan antara lain menyangkut koodinasi, ketidaksesuaian pelaksanaan program dan lain sebagainya. Pada kesempatan yang sama, Gubernur Gorontalo juga mengungkapkan bahwa kapasitas manajemen menjadi kunci dalam penyelenggaraan suatu pemerintahan; yaitu sistem dan manusianya. Kedua aspek tersebut seharusnya dieksplor untuk mencapai kualitas pemerintahan yang optimal. Disebutkan bahwa 3 hal dari kapasitas manajemen tersebut adalah manajemen keuangan daerah, SDM, serta informasi/teknologi dan perencanaan. Diharapkan daerah melakukan perbaikan kontinyu dalam membangunan kapasitas manajemen masing-masing. Lebih lanjut, diungkapkan pula bahwa menilai keberhasilan pelaksanaan pembangunan kebanyakan disoroti hanya sebatas pada action achievement, dan melupakan performance achievement. Menyoal action achievement, lebih pada tataran output dari kegiatan yang dilaksanakan. Padahal makna yang sebenarnya dari pembangunan adalah dampaknya dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pembicaraanya bukan pada capaian realisasi fisik dan keuangan semata, tetapi bagaimana hasil kerja kita memberi dampak pada peningkatan HDI, penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendapatan masyarakat, mereduksi kemiskinan dan kesenjangan lainnya.Sebelum mengakhiri Rakorev di Kabupaten dan Kota, Gubernur Gorontalo selalu memberikan kesempatan kepada audiens untuk berdiskusi dengan topik utama menyangkut pelaksanaan pembangunan dan kendala yang dihadapi. Diskusi kemudian menjadi sangat alot dan serius dengan berbagai tanggapan baik dari Kabupaten dan Kota maupun rombongan Provinsi. Lagi-lagi dengan gaya khas seorang Fadel Muhammad, suasana diskusi dapat berjalan santai dan sangat bermakna.
KEPALA BAPPPEDA PROVINSI GORONTALO
Paparan Kepala Bapppeda Prov. GorontaloDalam kapasitasnya sebagai akselerator perencanaan dan pengendalian pembangunan daerah, Prof. Winarni mendapat kesempatan memberikan paparan tentang perencanaan makro, program pembangunan serta evaluasi kinerja masing-masing Kabupaten Kota dan Provinsi. Diawal penjelasannya Kepala Bapppeda memberikan banyak informasi legalitas pelaksanaan Rapat Koordinasi dan Evaluasi dimaksud. Dikatanya bahwa kewenangan pemerintah pusat di daerah provinsi dalam rangka pelaksanaan dekonsentrasi dilimpahkan kepada Gubernur sebagai penanggungjawab sekaligus Wakil Pemerintah Pusat di daerah. Oleh karena itu, Gubernur memiliki posisi dalam mengkoordinir implementasi program pemerintah daerah. Dalam setiap paparannya Winarni Monoarfa mendeskripsikan posisi strategis dari masing-masing Kabupaten/Kota dalam konteks pembangunan Gorontalo. Hal ini, memberi makna bahwa masing-masing Kabupaten/Kota memiliki peran, kontribusi dan eksistensi strategis dalam akselerasi pembangunan daerah dan nasional. Kota Gorontalo, misalnya, siginifikansinya terlihat dari posisinya sebagai main city, centre of government dan pusat jasa dan perdagangan. Disisi lain, Kabupaten Boalemo memiliki kawasan cepat tumbuh serta merupakan lokasi pengembangan etalase perikanan, sama hal dengan 3 kabupaten lainnya memiliki urgensi posisi yang kompetitif. Keunggulan-keungulan spesifik tersebut seharusnya disinergikan untuk mencapai hasil yang optimal. Dalam kesempatan memberikan paparan dalam Rakorev tersebut, Winarni juga mengulas berbagai isu-isu strategis baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota, antara lain,menyangkut isu tenaga ketenagakerjaan (pengangguran terbuka), APK dan APM, Indeks Pembangunan Manusia, produksi pertanian (Jagung) kemiskinan dan lain sebagainya. Dikatakan oleh Kepala Bapppeda bahwa masing-masing daerah memiliki beragam persoalan, namun, secara umum memiliki kesamaan yang bermuara pada bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Prof. Winarni juga menyampaikan beberapa kegiatan/proyek strategis yang dilaksanakan di Kabupaten/Kota, antara lain menyangkut pengembangan infrastruktur (jalan dan jembatan), penyediaan air bersih, beberapa proyek bidang pertanian dan perikanan. Di Kota Gorontalo diungkap menyangkut penyediaan air bersih, By Pass, Pengembangan Kawasan Botu. Di Boalemo: pembangunan irigasi paguyaman dengan anggaran Rp. 32 milar, pengembangan TMB Tabulo, SMK Rumput Laut, Break Water PPI Tabulo dan lain sebagainya. Di Bone Bolango disampaikan bahwa beberapa proyek besar akan dilaksanakan antara lain pembangunan KIAT. Hal yang sama juga ditegaskan untuk Kabupaten Pohuwato dan Kab. Gorontalo. Dalam paparannya, Prof. Winarni menggambarkan besaran anggaran APBN Tahun 2006 di Provinsi Gorontalo dan Kabupaten/Kota, perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Produksi Jagung Tahun 2005 di Provinsi Gorontalo sebagaimana terlampir. Diakhir paparan, tidak lupa Kepala Bapppeda menyinggung besaran anggaran yang dialokasikan di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota khususnya untuk 3 Program Unggulan. Penyampaian informasi anggaran tersebut, menurut Winarni diartikan sebagai pertama, Gorontalo mendapatkan kepercayaan untuk mengelola anggaran yang cukup besar, karena itu, anggaran tersebut digunakan sesuai waktu penganggaran (Desember 2006), kedua, tanggungjawab masing-masing satker untuk mengawasi pelaksanaan kegiatan, ketiga, pengalokasian dana APBD dan APBN diharapkan berjalan efektif, tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Kabupaten/Kota.
PAPARAN ASISTEN EKONOMI DAN PEMBANGUNAN
Dalam kesempatan itu juga Assisten II Bidang Pembangunan, Ir. Bonny Ointoe, M.Sc memaparkan evaluasi program dan kegiatan APBD Provinsi yang berlokasi di Kabupaten/Kota. Hal ini penting mengingat hampir seluruh program/kegiatan APBD Provinsi berlokasi di Kabupaten/Kota dan membutuhkan koordinasi, sinergi dan 1monitoring agar pelaksanaannya berjalan secara efektif dan efisien. Salah satu hal yang cukup menggembirakan saat ini menurut Bonny adalah semakin tingginya koordinasi program dan kegiatan APBD yang ditandai dengan berkurangnya keluhan tentang lemahnya koordinasi antara Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta makin intensnya monitoring program yang dilakukan secara bersama oleh Provinsi dan Kabupaten/Kota.
PAPARAN BUPATI DAN WALIKOTA
Paparan Walikota Gorontalo dalam acara RakorevDalam Road Show Rakorev ini, masing-masing Bupati dan Walikota, dengan dipandu langsung oleh Gubernur Gorontalo memberikan paparan menyangkut kinerja berbagai sektor selang tahun 2005 dan 2006. Selain evaluasi APBD masing-masing, dalam paparannya disampaikan pula realisasi program APBN yang ditangani Provinsi dengan lokasi pada masing-masing daerah. Beberapa hal menarik yang disampaikan berkaitan dengan hasil capaian pembangunan terutama dalam penanggulangan kemiskinan, perluasan lapangan kerja dan pengembangan pendidikan. Dalam konteks tersebut, sangat jelas menunjukkan bahwa keterkaitan program Provinsi melalui 3 Program Unggulan telah mendapat perhatian dan serius ditangani oleh Kabuputen/Kota.Dalam sesi diskusi juga terungkap berbagai tanggapan dan permintaan dari masing-masing Bupati dan Walikota, agar Pemerintah Provinsi dapat menunjang kegiatan-kegiatan di Kabupaten/Kota, antara lain menyangkut implementasi 3 Program Unggulan maupun pengembangan berbagai infrastruktur dasar (jalan dan jembatan, air minum dan lain sebagainya).
PAPARAN CAMAT DAN LURAH/KEPALA DESA
Yang menarik dari Road Show Rakorev kali ini, untuk pertama kalinya, para Camat dan Kepala Desa/Lurah diberikan kesempatan untuk menyampaikan laporan pelaksanaan pembangunan di masing-masing wilayah. Camat Telaga dalam kesempatan pertama di Limboto memaparkan visi dan misi serta nilai utama dalam penyelenggaraan pemerintahan kecamatan. Yang menarik 4 nilai yang diangkat Sumanti Maku sesuai dengan 5 nilai birokrasi Pemerintah Provinsi Gorontalo, yaitu Berpikir Cerdas, Bekerjasama, Bersikap Kreatif dan Bertindak Cepat. Selain itu, Camat Telaga juga menyampaikan program kerja sampai dengan tahun 2010. program kerja tersebut oleh Bupati Gorontalo dijadikan media dalam format Kontrak Kinerja dengan Pemerintah Kecamatan. Kesempatan yang sama juga diberikan kepada perwakilan Camat dan Lurah/Kepala Desa pada 4 wilayah lainnya. Para Camat & Lurah/Kades Secara umum, laporan yang disampaikan tidak bergeser dengan substansi penyelenggaraan Road Show Rakorev kali ini antara lain kinerja sektor pertanian (luas areal & produksi Jagung) dan bagaimana penanganan kemiskinan. Tidak sedikit ide-ide cerdas yang diutarakan oleh para Camat dan Lurah/Kepala Desa. Bahkan ada juga yang menjelaskan tentang inovasi yang dilakukan diwilayahnya, seperti yang disampaikan oleh perwakilan Camat Kabupaten Boalemo, Drs. Sherman Moridu (Camat Botumoito) yang membentuk Musyawarah Masyarakat Miskin sebagai salah satu langkah untuk memberikan peran kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan keberdayaan ekonominya serta kontribusinya terhadap pembangunan. Pengalaman Camat dan Kepala Desa//Lurah diberikan kesempatan dalam menyampaikan laporan kinerja ini, menjadi preseden positif dalam mewujudkan partisipasi dan keikutsertaan pemerintah pada level terbawah untuk menunjukkan kinerja yang lebih baik.
